PESAN JURNAL KLIK SINI
....................................................................................................................................
Tampilkan postingan dengan label Penulis : Bambang Endroyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penulis : Bambang Endroyo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPERAN TERHADAP PENINGKATAN SIKAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PARA PELAKU ...


FAKTOR-FAKTOR YANG BERPERAN TERHADAP PENINGKATAN SIKAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PARA PELAKU JASA KONSTRUKSI DI SEMARANG

Oleh : Bambang Endroyo

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES) Gedung E4, Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229, Telp/fax. (024) 8508102


Abstrak : Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terutama di sektor konstruksi masih memprihatinkan. K3 di Indonesia masih menduduki urutan terbawah di Asean. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menekan kecelakaan kerja menjadi se minimal mungkin. Kecelakaan yang sering terjadi banyak diakibatkan oleh faktor manusia (human factor) yaitu sebesar 85%. Pelaksanaan K3 Konstruksi di lapangan sangat tergantung dari sikap dan perilaku para pelaku jasa konstruksi. Sikap K3 sangat tergantung dari banyak faktor, antara lain yang akan diungkap melalui penelitian ini adalah: pendidikan, pengalaman, sertifikasi, dan komitmen perusahaan. Dari berbagai faktor tersebut, faktor pendidikan mempunyai korelasi 0,30 (signifikansi: 0,048) terhadap sikap K3, sedang faktor lainnya korelasinya tidak signifikan. Semua faktor tersebut hanya memberi memiliki sumbangan efektif sebesar 0,213 (21,3%) terhadap faktor sikap K3. Hal itu menunjukkan bahwa masih ada 78,7 % yang belum dapat dijelaskan dan merupakan masalah yang masih harus diupayakan jawabnya.

Kata kunci: sikap K3, konstruksi, pelaku jasa konstruksi


Abstract : Implementation of Occupational Health and Safety (K3), especially in the construction sector was still bad. K3 in Indonesia is have the lowest rank in Asean. Various efforts have been made by government to reduce occupational accidents to a minimum as possible. Accidents often occur were mostly caused by human factors, about 85%. Construction Safety Implementation in the field depends on the attitude and the behavioral of the participant of construction services. The attitude of K3 depends on many factors, among others - which will be studied through this research - are: education, experience, certification, and corporate commitment. From these various factors, educational factors correlated 0.30 (significance: 0.048) contribute to attitude of K3 , and was another factor correlations were not significant. All these factors have only to give efectif contribution about to 0.213 (21.3%) of the attitude factor K3. It means that about of 78.7% which can not be explained and is a problem to be studied again.

Key words: attitude of K3, construction, participant of construction services

Selasa, 17 Juli 2012

KESELAMATAN KONSTRUKSI: KONSEPSI DAN REGULASI


Oleh : Bambang Endroyo
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES) Gedung E4, Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229, Telp/fax. (024) 8508102

Abstrak : Angka kecelakaan di Indonesia, khususnya di sektor konstruksi, adalah sangat buruk. Oleh karena itu, usaha yang serius untuk meminimalisir kecelakaan konstruksi harus dilakukan. Pada tahun 2009, Departemen Pekerjaan Umum mengemukakan tema: “Menuju Konstruksi Indonesia yang Berkualitas Dengan Menekankan Pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja”. Tujuan yang diharapkan adalah meningkatnya keselamatan konstruksi di Indonesia. Tulisan ini akan membahas beberapa konsep adan regulasi tentang keselamatan konstruksi di Indonesia.
Kata kunci: keselamatan konstruksi, regulasi, kecelakaan konstruksi

Abstract : Accident rate in Indonesia, specially at construction sector, was very bad. Therefore, seriuosly action for the minimization of construction accident must be done. In the year of 2009, Department of Public Work have theme: "Going to Indonesia Construction with quality by Emphasizing a Occupational Safety and Health". The expected target is the recovery of construction safety in Indonesia. This article discuss concepts and regulations about construction safety in Indonesia.

Keywords: construction safety, regulation, construction accident.

Senin, 16 Juli 2012

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA KONSTRUKSI


Oleh : Bambang Endroyo dan Tugino
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES) Gedung E, Kampus Sekaran Semarang 50229, Telp/fax. (024) 8508102

Abstrak: Sejak dua dasawarsa terakhir ini, angka kecelakaan kerja konstruksi masih selalu lebih tinggi dibanding sektor industri lainnya. Oleh karena itu, perhatian akan keselamatan harus ditingkatkan untuk lebih menekan angka kecelakaan. Usaha untuk menemukan faktor-faktor penyebab kecelakaan konstruksi memerlukan pemahaman yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa peristiwa seperti itu terjadi. Untuk itu diperlukan pengembangan teori-teori penyebab kecelakaan dan penelitian-penelitian lapangan yang lebih mendalam. Teori lama mengatakan bahwa kecelakaan kerja diakibatkan oleh tindakan pekerja yang buruk. Teori baru menunjuk bahwa kecelakaan kerja bersumber kepada faktor-faktor organisasi dan manajemen. Oleh karena itu, sampai saat ini pengembangan teori tentang keselamatan kerja konstruksi masih sangat relevan untuk dikaji. Pengkajian/pengembangan yang dilakukan dapat berkenaan dengan: (1) organisasi/ manajemen, yaitu partisipasi owner, perencana dan kontraktor dalam pencegahan kecelakaan, dan (2) waktu/tahapan proyek, yaitu sejak konsepsi sampai ke pelaksanaan, bahkan pembongkaran (demolition). Akhirnya, hasil-hasil studi kasus terhadap kecelakaan-kecelakaan dapat menjadi suatu pengetahuan yang sangat berguna bagi pencegahan kecelakaan konstruksi selanjutnya.

Kata kunci: kecelakaan, keselamatan, kesehatan, kerja, konstruksi

Abstract: Since two decades later, accident rate in construction work has been higher than the rate in any other industry. Referring to that, attention to the safety must be improved to depress the accident rate. The effort to find out an accident causation needs complete understanding about how and why the accident happened. Therefore, it is very important both to develop the theory of accident causation and to do research in the field. Regarding the old theory, occupational accident is an effect of a poor worker action. The new theory pointed that the accident caused by organizational and management factors. Therefore, till now, the development of theory about construction safety still relevant to be studied. The studies may regard to: (1) organizational/ management, that is participation the owner, designer, and contractor in accident mitigation and (2) time/phase of the project, from conception to execution, even demolition. Here in after, the results of the case study to the accidents would be a valuable knowledge’s which very useful for construction accident mitigation.

Keywords: accident, safety, health, job, activity, construction