PESAN JURNAL KLIK SINI
....................................................................................................................................
Tampilkan postingan dengan label Penulis : Bitta Pigawati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penulis : Bitta Pigawati. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juli 2012

IDENTIFIKASI KAWASAN PENDUKUNG PERKEMBANGAN KOTA KALINYAMATAN KABUPATEN JEPARA


Oleh : Bitta Pigawati dan Saldy Ekasila Permana
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro (UNDIP) Jl. Prof. Soedarto SH, Tembalang, Semarang, E-mail: bitta_pigawati@yahoo.com

Abstrak: Peningkatan fungsi dan peran Kalinyamatan dari Kecamatan Pembantu menjadi Kecamatan Kota secara definitif berkembang dengan cepat. sementara ketersediaan lahan kota sangat terbatas maka perlu diketahui kawasan mana yang nantinya akan mampu mendukung perkembangan kota tsb. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kawasan yang diperkirakan mampu mendukung perkembangan fungsi kota berdasarkan faktor penentu perkembangannya secara fisik. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis faktor dan AHP. Berdasarkan kajian kriteria wilayah pengembangan (dirjen Otonomi Daerah) dapat diidentifikasi adanya tiga alternatif kawasan yang mampu mendukung perkembangan fungsi Kota Kalinyamatan yaitu Desa Banyuputih (I) Desa Pendosowalan (II) dan Desa Manyar Gading (III) setelah dilakukan analisis lebih lanjut dengan metode AHP dapat diketahui kawasan yang mampu mendukung perkembangan fisik Kota Kalinyamatan adalah Desa Manyar Gading.

Kata Kunci: identifikasi, kawasan pendukung, perkembangan kecamatan

Abstract: The increasing function of Kalinyamatan from a sub ordinate district to a definite district growth significantly whereas land supply in the area are limited. Therefore, it is necessarily to be identified which area are available to support the definite function of the district (Kalinyamatan). The main objective of the reseach is to identify which area are suitable to support the district function based on physical factors determinant. Quantitative method is used, there are factor analysis and AHP. Based on Dirjen OTDA criteria, it can be identified 3 alternatives area to support Kalinyamatan function, Bamyuputih Village (I), Pendosowalan Village (II) and Manyar Gading Village. Differently, by using AHP it is identified that Manyar Gading Village is the most suitable area instead of 3 villages as Dirjen OTDA has proposed.

Keywords: identification, support area, district growth

FENOMENA RETAIL DI KAWASAN PENDIDIKAN TEMBALANG


Oleh : Bitta Pigawati
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275. Telp:(024) 7460045 e-mail: bitta.pigawati@gmail.com

Abstrak : Perkembangan pusat belanja khususnya retail cenderung mengalami kompetisi yang sangat pesat. Persaingan bisnis merupakan kondisi umum dan normal dalam sistem perekonomian. Fenomena perkembangan pusat belanja retail yang cepat pada lokasi yang berdekatan akan menimbulkan tekanan pasar serta berpengaruh pada melemahnya daya dukung wilayah. Bagaimana jika persaingan tersebut berada pada lokasi yang sama dan target pasar yang sama pula? Fenomena ini terlihat pada keberadaan lokasi toko Indomaret dan Alfamart di kawasan pendidikan Tembalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penentuan lokasi toko Indomaret dan Alfamart di Kecamatan Tembalan dan Banyumanik yang ditinjau berdasarkan teori lokasi melalui pendekatan analisa geografi yang menekankan pada aspek penyebaran dan interaksi dalam ruang. Kajian penentuan lokasi retail di kawasan pendidikan Tembalang meliputi : karakteristik, pola sebaran retail, distribusi wilayah pelayanan serta strategi penentuan lokasi retail. Hasil penelitian menunjukkan adanya wilayah layanan yang tumpang tindih. Strategi pemilihan lokasi lebih mendekati pasar daripada bahan baku meskipun target pasar kedua toko ini sama namun pada kenyataannya menimbulkan masalah sebagai pesaing karena jumlah demand lebih banyak daripada jumlah supply.

Kata kunci : lokasi, retail, kawasan pendidikan

Abstract: The development of shopping centers have a high competition. Bussiness competition development of retail shopping centers are fast nearby locations, and it will lead to pressure the market, also it have a weakening effect on the carrying capacity of the region. What if the competition is at the same location and target the same market? This study has aims to assess the sitting Alfamart and Indomaret stores in the District Tembalang and Banyumanik, based on the teory of location through geographic analysis approach that emphasizes aspects of deployment and interaction in space include: characteristic, distribution patterns. And distribution area as determining the location of retail. Analysis include: the characteristics of retail, distribution patterns of retail, and distribution services territory as well as determining the location of retail. The result showed the existence of overlapping service areas. Location retail closer to the market rather than raw materials. The nearby retail location doesn’t cause a problem because the number of demand more than the number of supply.

Keywords: location, retail, education area