PESAN JURNAL KLIK SINI
....................................................................................................................................
Tampilkan postingan dengan label Penulis : Totok Apriyanto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penulis : Totok Apriyanto. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

ANALISIS PENYEDIAAN FASILITAS PEDESTRIAN DI KAWASAN PASAR BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG


Oleh : Totok Apriyanto
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Undaris Ungaran

Abstrak : Kawasan wisata Bandungan yang identik pasar Bandungan, menawarkan pesona alam berupa hawa dingin dan pemandangan alam penuh keelokan dan wisata belanja di Pasar Bandungan yang menjual berbagai buah-buahan dan makanan serta jajanan khas daerah pegunungan. Namun demikian masih lekat dengan kesan sumpek dan semrawut. Hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya jumlah pedagang dan pengunjung serta masih bercampurnya arus pejalan kaki dengan arus pergerakan lalu lintas di sepanjang kawasan wisata belanja pasar Bandungan. Demi menunjang eksistensi wisata belanja di Bandungan, keberadaan PKL di sepanjang trotoar pada ruas jalan pasar Bandungan perlu tetap dipertahankan dan perlu dibenahi penampilan fisiknya, karena hal ini menjadi daya tarik dari Kawasan Wisata Bandungan sebagai pusat perdagangan dan sebagai obyek wisata belanja. Untuk mengatasi kesemrawutan di kawasan wisata belanja pasar Bandungan, penyediaan fasilitas pejalan kaki (pedestrian) yang memisahkan arus pejalan kaki dengan arus pergerakan lalu lintas menjadi sebuah keharusan. Mengingat keterbatasan lahan, penyediaan fasilitas pedestrian dilakukan dengan mengambil sebagaian ruas jalan sebesar 1,5 meter dan diberi pembatas dengan arus pergerakan lalu lintas, sehingga konsentrasi pejalan kaki akan terpusat hanya pada fasilitas tersebut. Disamping itu, fasilitas penyeberangan juga perlu disediakan sehingga para penyeberang hanya akan menyeberang pada satu tempat penyeberangan tersebut. Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut akan meningkatkan lebar efektif jalan sehingga dapat melancarkan arus lalu lintas yang melewati kawasan wisata belanja pasar Bandungan.

Kata kunci: wisata belanja, pesona, pedestrian, lebar efektif jalan.

Abstract : Tourist area Bandungan identical Bandungan market, offers the natural charm of the cold and full of beauty of natural scenery and tourist shopping in Bandungan Market that sells a variety of fresh fruits and meals and snacks typical mountain areas. However, still attached to the impression of cramped and chaotic. This is caused by the increasing number of traders and visitors and is still mixing with the flow of pedestrian flow movement of traffic along the shopping area Bandungan market. By supporting the existence of tourist shopping in Bandungan, the presence of street vendors along the sidewalks on the road need to be maintained Bandungan market and need to be addressed physical appearance, because this is the main attraction of the Area Tourism Bandungan as a trade center as a tourist attraction and shopping. To overcome the chaos in the shopping area Bandungan market, the provision of pedestrian facilities (pedestrian) that separates the pedestrian flow to the flow of traffic movement became a necessity. Given thethe limitations of land ,provision of pedestrian facilities is done by taking the used road is 1.5 meters long and lined,with a flow of traffic movement ,so that the concentration of pedestrians will focus only on the facility . In addition, crossing facilities also need to be provided so that the defector will only be crossed at one place these crossings. The existence of these facilities will enhance the effective road width so as to smooth traffic flow past the shopping area Bandungan market.

Keywords: tourism shopping, pedestrian, effective road width

Selasa, 17 Juli 2012

KERANGKA EVALUASI PENGEMBANGAN TERMINAL BUS ANTAR KOTA


Oleh : Totok Apriyanto
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Undaris Ungaran

Abstrak : Pengembangan suatu terminal bus antar kota dengan kerangka evaluasinya dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan lalu-lintas, meningkatkan pelayanan pengguna jasa dan kapasitas terminal, mengarahkan pembangunan ke pinggiran kota, serta meningkatkan pendapatan asli daerah. Studi dilakukan untuk menentukan lokasi terminal bus baru dengan menerapkan metode penentuan lokasi beserta asumsi pendekatan teoritisnya. Pemerintah daerah harus melakukan integrasi antar berbagai moda transportasi dan kepentingan operator kendaraan antar kota, sehingga terwujud suatu pengembangan terminal bus antar kota dengan mengevaluasi tingkat kemacetan lalulintas, tingkat polusi udara, dampak pengembangan aktivitas ekonomi, dan tingkat mobilitas masyarakat. Kajian tentang pengembangan terminal menjadi lebih baik dan keberadaan terminal bus antar kota lebih bisa diterima oleh pengguna dan operator bus, sehingga tidak akan terjadi lagi pengembangan terminal yang hanya memiliki salah satu alternatif yaitu pemindahan lokasi ke terminal baru.

Kata kunci : terminal bus, kerangka evaluasi, lalu-lintas.

Abstract : Development of an inter-city bus terminal with its evaluations frame set are intended to reduces traffic congestion, improve services and capacity of the terminal, drives city developing through city’s hinterland, and increasing internal city’s income. This study conducted to determine the location of the new bus terminal based on the method of determining the location along with the theoritical assumption approach. Local governments must integrating between the various transportation modes and inter-city bus operator’s needs, inter-city bus terminal derived from traffic evaluation, the level of congestion, air pollution levels, the impact of the development of economic activities, and the level of community mobility. Study for developing better inter-city terminal location, can be more acceptable for users and bus operators, so terminal relocation won’t be the only choice we had.

Keywords : bus station, evalution frame, traffic