PESAN JURNAL KLIK SINI
....................................................................................................................................
Tampilkan postingan dengan label Penulis : Bambang Haryadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penulis : Bambang Haryadi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

EKSPLORASI MODEL TINGKAT KECELAKAAN LALU-LINTAS JALAN TOL DENGAN TEKNIK GLM (GENERALIZED LINEAR MODELING)


Oleh : Bambang Haryadi
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES) Gedung E4, Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229, Telp. (024) 8508102

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model matematis yang dapat digunakan untuk meramalkan jumlah kecelakaan, pada suatu ruas jalan tol antar kota. Model prediksi dikembangkan dengan menghubungkan paparan lalulintas, yang dinyatakan dengan volume lalulintas dan panjang ruas jalan, dengan keselamatan, yang dinyatakan dalam jumlah kecelakaan per satuan waktu. Data jalan, kecelakaan, dan lalulintas selama dua tahun, diambil dari jalan tol antar kota Jagorawi, Jakarta-Cikampek, Padaleunyi dan Palikanci. Model tingkat kecelakaan dikembangkan dari data tersebut dengan teknik generalized linear modelling (GLM), dan dikalibrasi dengan menggunakan teknik-teknik statistik. Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah: (1) Model regresi linier dengan distribusi normal tidak memadai untuk memprediksi kecelakaan; tingkat kecelakaan tidak terbukti mengikuti distribusi normal; (2) Penggunaan regresi Poisson lebih mencerminkan karakteristik kejadian kecelakaan: diskrit, acak, langka; dan (3) Distribusi Binomial Negatif paling baik merepresentasikan kejadian kecelakaan dengan adanya gejala overdispersi pada data.

Kata kunci: tingkat kecelakaan, generalized linear modelling, regresi poisson, regresi binomial negatif.

Abstract : The objectives of the presents study was to explore mathematical models that could be used to estimate the number of accidents on inter-urban toll roads. Preditive models were developed by relating traffic exposure (average daily traffic and road section length) with the number of accidents per unit of time.Accident, roadway section and traffic volume data were obtained from Jagorawi, Jakarta-Cikampek, padaleunyi, and palikanci toll road. Accident rate models were developed from those data using generalized linear modelling (GLM) techniques. The conclusions from the study were: (1) linier regression model was not appropriate to be used to predict accidents number, because accident occurence did not follow normal distribution, (2) Poisson regression possessed accident occurence characteristics: descrete, rare and random, and (3) Negative Binomial distribution was more appropriate to represent accident occurence phenomenon with overdispersion.

Keywords: accident rate, generalized linear modelling, Poisson regression, nagative binomial regression.

Selasa, 17 Juli 2012

HUBUNGAN ANTARA HOURLY FLOW DENGAN KECELAKAAN: KASUS JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK


Oleh : Bambang Haryadi dan Alfa Narendra
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES) Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229, Telp. 024-8508102, E-mail: haryaba@yahoo.com

Bambang Riyanto
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro (UNDIP) Jl. Hayam Wuruk No. 5 Semarang 50241, Telp. 024-8311802, E-mail: bb_riyanto@yahoo.com

Abstrak : Model prediksi kecelakaan merupakan kuantifikasi hubungan antara kecelakaan yang terjadi pada suatu lokasi dengan faktor-faktor yang berpengaruh pada waktu itu. Model prediksi dapat memberi gagasan bagaimana masing-masing variabel tersebut berkontribusi menyebabkan kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi kecelakaan yang terjadi pada ruas jalan tol dengan berdasarkan volume lalu lintas per jam (hourly traffic flow). Analisis secara mikroskopik dengan menggunakan volume lalulintas per jam sebagai variabel bebas menunjukkan bahwa hubungan antara besarnya frekuensi kecelakaan dengan volume lalulintas per jam berbentuk eksponensial bertingkat. Sampai dengan nilai volume lalulintas 700 kendaraan/jam hubungan frekuensi kecelakaan dengan volume lalulintas per jam dapat dinyatakan dengan fungsi eksponensial positif, sedangkan di atas nilai volume lalulintas 700 kendaraan/jam hubungannya dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi eksponensial negatif. Hal ini berlaku baik untuk kecelakaan total, tunggal, maupun jamak.

Kata Kunci: model prediksi kecelakaan, kecelakaan jalan tol, arus lalulintas per jam.

Abstract : Accident prediction models is related to the quantification of the relationship between accidents that occured at certain location with factors that influence it at a particular time. The models could provide ideas how each variable contributes to the accident that occured at a particular location. The purpose of the strudy was to develop toll road accident prediction models by considering hourly traffic flow. Microscopic analysis result shows that the relationship between accident frequency and hourly traffic can be represented by exponensial step-functions. Up to 700 vehicle/hour accident frequency increases exponentially, then it decreases exponentially as traffic flow increases furthermore. This trend was common for total, single-vehicle, and multi-vehicle accidents.

Keywords: accident prediction models, toll road accident, hourly traffic flow.

Senin, 16 Juli 2012

KEPADATAN KOTA DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN (TRANSPORTASI) BERKELANJUTAN


Oleh : Bambang Haryadi
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES) Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229, Telp. 024-8508102, e-mail: haryaba@yahoo.com
Bambang Riyanto
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro (UNDIP) Jl. Hayamwuruk 5 Semarang 50241, Telp. 024-8311802

Abstrak: Perkembangan kota biasanya dibarengi dengan masalah kemacetan lalu-lintas dan polusi udara. Strategi apa yang harus ditempuh untuk mengatasi hal tersebut merupakan perdebatan yang panjang. Para pendukung new urbanism percaya bahwa kemacetan dan polusi bisa ditanggulangi dengan memaksakan lebih banyak orang dan kendaraan dalam kawasan yang sempit. Dengan lebih terkonsentrasi, penyediaan angkutan umum bisa lebih baik dan efisien, sehingga orang akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan cenderung menggunakan angkuatan umum, bersepeda atau berjalan kaki. Sebaliknya budaya suburban dengan gagasan urban sprawl menganggap bahwa kemacetan disebabkan karena terlalu banyaknya kendaraan di wilayah yang sempit, dan pada gilirannya kemacetan memperparah polusi. Oleh karena itu kota harus dibiarkan berkembang menyebar, untuk menyebar lalu-lintas. Tulisan ini membahas kedua pandangan tentang kepadatan kota, dampaknya, serta mengkajinya dalam perperktif geografis dan demografis, yang manakah yang terbaik untuk Indonesia.

Kata Kunci: kepadatan kota, pemekaran kota, new urbanism, pertumbuhan cerdas

Abstract: The development of a city usually is accompanied by traffic congestion and air pollution problems. The appropriate strategy to solve these problems has been debated for long time. The proponents of new urbanism believe that the problem can be improved by forcing more people and more cars into smaller areas . They assume that by forcing densities higher, public transit can be provided better and more efficient, so that people will be more inclined to abandon their automobiles and use public transit, bicycles or walking as an alternative. On the contrary, anti-urban traditions believe that densifying urban areas will only worsen traffic congestion, and in turn will worsen air pollution. So that the best approach to solving the problem would to let urban sprawl, to disperse traffic and to make it move faster. This paper describes both approaches and the impacts, and discuses which one is the best from Indonesian perspective.

Keywords: urban density, urban sprawl, new urbanism, smart growth