PESAN JURNAL KLIK SINI
....................................................................................................................................
Tampilkan postingan dengan label Penulis : Mudjiastuti Handajani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penulis : Mudjiastuti Handajani. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juni 2013

ANALISIS PANJANG JALAN TERHADAP KONSUMSI BBM PADA BAGIAN WILAYAH KOTA (BWK) I SEMARANG


Abstrak: Konsumsi BBM erat hubungannya dengan sektor transportasi, sehingga dalam memperhatikan efisiensi konsumsi BBM, hendaknya diperhatikan pula sistem transportasinya. Perkembangan sistem transportasi dapat berdampak negatif pada suatu wilayah, antara lain tercemarnya suatu lingkungan, dan kebutuhan bahan bakar yang meningkat. Kebutuhan bahan bakar dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya jumlah penduduk, panjang jalan, dan kondisi jalan. Jumlah penduduk tiap tahun sebuah wilayah tergantung pada jumlah kelahiran, kematian dan migrasi. Panjang jalan suatu wilayah tergantung pada tingkat kebutuhan penduduk akan sarana transportasi dan akses dalam bermobilisasi. Faktor yang mempengaruhi kondisi jalan antara lain: faktor perencanaan jalan, pelaksanaan pembuatan jalan, penggunaan jalan dan kondisi alam. Pertumbuhan jalan jauh lebih kecil daripada tingkat pertumbuhan kendaraan, hal ini berarti menunjukkan terjadinya pembebanan yang belebihan pada jalan, sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan pada jalan. Analisa hubungan panjang jalan, jumlah penduduk dan kondisi jalan terhadap konsumsi BBM dibutuhkan agar masyarakat tahu seberapa besar pengaruh ketiga faktor tersebut dengan peningkatan konsumsi BBM. Pengaruh paling tinggi terhadap konsumsi BBM adalah panjang jalan, (R2= 0,804). Jumlah penduduk juga berpengaruh kuat dalam konsumsi BBM (R2= 0,768). Sedangkan pengaruh kondisi jalan terhadap konsumsi BBM yaitu 0,617..

Kata kunci: konsumsi BBM,jumlah penduduk, panjang jalan dan kondisi jalan.

Abstract: Fuel consumption is closely related with transportation, then when we conservation about efficiency of fuel consumption, we also must give attention for transportation system. The development of transportation system give impact for each region, such as air pollution and increase fuel consumption. Fuel consumption influenced by several factors, it is number of people, length of roads, and road conditions. Number of people for each region depend of number of births, number of deaths and migration. Length of roads depend from needs of the transportation facilities and access for mobilizing. Road conditions influenced by several factor, such as: planing of road, implementation of road construction, road used and natural condition. The growth length of roads less than quantity of vehicles, it means there are over weight on the road that made damage on the road. Correlation analysis from length of road, number of people and road condition with fuel consumption needed for give information to public about impact of it. . Highest influence of fuel consumption is length of road (R2= 0,804). Number of people also give high influence for fuel consumption (R2= 0,768). While influence for road conditions on fuel consumption is 0.617.

Keywords: Fuel consumption, number of people, length of roads and road conditions.

Penulis : Mudjiastuti Handajani, Agus Muldiyanto, Nur Indah Paramita, Aulia Nur Permata
Jurusan Teknik Sipil Universitas Semarang (USM)
Jl. Sukarno Hatta, Tlogosari, Semarang, email: aul_ya@rocketmail.com; mita_nip@yahoo.com



Rabu, 18 Juli 2012

ANALISIS PENGARUH STRUKTUR KOTA - SISTEM TRANSPORTASI - KONSUMSI BBM KOTA-KOTA DI JAWA


Oleh : Mudjiastuti Handajani
Jurusan Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) Jl. Sukarno Hatta, Tlogosari, Semarang, telp: 081390959909, email: hmudjiastuti@yahoo.co.id

Abstrak : Sektor transportasi merupakan konsumen yang paling banyak menggunakan BBM, sehingga konsumsi BBM untuk kegiatan transportasi selayaknya mendapat perhatian. Peningkatan kegiatan sistem transportasi khususnya yang dipicu oleh peningkatan pemilikan dan penggunaan kendaraan pribadi memberikan dampak negatif terhadap kota. Transportasi merupakan penyerap bahan bakar terbesar yang berasal dari sumber fosil yang semakin langka dan tidak dapat diperbaharui. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah : a) data panjang jalan, panjang jalan, dihitung hanya jalan yang aspal atau beton bertulang saja b) pola jaringan jalan, kondisi di lapangan pola jaringan jalan tidak selalu membentuk persis seperti pola jaringan jalan dalam teori (grid, radial/konsentrik, linear) tetapi ada beberapa modifikasi c) kondisi jalan yang terdiri dari kondisi baik, sedang, rusak dan sangat rusak, d) kendaraan umum penumpang, yang terdiri dari MPU (mobil penumpang umum) dan bus umum d) angkutan barang (truk) e) kendaraan pribadi yang terdiri dari mobil penumpang, bus, dan sepeda motor f) panjang trayek angkutan umum. Pengaruh paling tinggi dari struktur kota terhadap konsumsi BBM adalah Jumlah penduduk yaitu 0,986. Sistem transportasi kota juga mempunyai nilai pengaruh yang tinggi terhadap konsumsi BBM yaitu 0,907. Struktur kota mempengaruhi konsumsi BBM sangat kuat dengan nilai loading 0,976. Hubungan struktur kota terhadap konsumsi BBM lebih kuat dibanding dengan sistem transportasi terhadap konsumsi BBM.

Kata kunci: pengaruh, struktur kota, sistem transportasi, konsumsi BBM.

Abstract : Transportation sector is sector with the most customer fuel, so fuel consumption for transportation activity should appropriately get more attention. The increasing activity of transportation syatem especially triggered by the increase of ownership and private vehicle usage give negative impacts on towns. Ttransportation is sector taking the most fuel got from fossil source which is getting rare and unrenewable. Data collected in this research is: a) data of length of the road, the length of the road, only calculated for asphalted road or reinforced concrete, b) road network pattern, in the field condition, road network pattern does not always have the same form as road network pattern in the theory, of (grid, radial/concentric, linear), but there are some modifications, c) road condition, consisting of good, relatively good, poor, and very poor condition category, d) passenger’s public transportation, consisting of public passenger transportation and public bus, e)goos transportation/truck, f) private vehicle consisting of passenger car, bus and motorcycle, g) the length of designated route of public transportation. The highest influence of the town structure on fuel consumption is the number of people, that is 0,986.Town transportation system also has the high influence values on fuel consumption, that is 0,907. Town structure strongly influences fuel consumption is stronger compared to the transportation system on fuel consumption.

Key word: influence, town structure, transportation system, fuel consumption.

Selasa, 17 Juli 2012

ANALISIS GRADIEN KEPADATAN PENDUDUK DAN KONSUMSI BBM


Oleh : Mudjiastuti Handajani
Jurusan Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) Jl. Sukarno Hatta, Tlogosari, Semarang, telp: 081390959909, email: hmudjiastuti@yahoo.co.id

Abstrak : Salah satu butir tantangan dalam transportasi berkelanjutan (sustainable transportation), adalah kegiatan mobilitas yang melindungi sumber/urban resource conserving mobilit. Analisis gradien adalah salah satu metode untuk membandingkan pola trend (kecenderungan) dari beberapa lokasi dengan mengamati tingkat kemiringan garis yang menghubungkan antara dua buah variabel. Dalam penelitian ini analisis gradien digunakan untuk mengamati hubungan linear antara variabel kepadatan penduduk dan konsumsi premium. bahwa kemiringan garis (gradient) hubungan linear antara kepadatan penduduk dan konsumsi BBM memiliki pola yang relative sama, yaitu kemiringan rendah di kota sedang dan kemiringan tinggi di kota metropolitan. Kota sedang dengan jumlah penduduk yang rendah (30% dari seluruh penduduk kota yang diteliti) dan kepadatan rendah maka konsumsi BBM meningkatnya rendah, sedangkan kota metropolitan jumlah penduduk tinggi (70%) dan kepadatan tinggi pula, akan meningkatkan konsumsi BBM pertahun kota – kota di Jawa.

Kata Kunci: konsumsi BBM, analisis gradient, kepadatan penduduk.

Abstract : One of challenges of sustainable transportation is a mobile activity that protects the soure of urban resource conserving mobility. Gradient analysis is one of the methods to compare trend pattern from several locations by observing the level of line declivity which is bridging two variables. In the research, gradient analysis is used to observe linear relation between variable of people density and premium necessity. Gradient line declivity of linear relation variable of people density and premium necessity. Gradient line declivity of linear relation between of people density and fuel consumption has a relatively-the- same pattern, that is, low declivity in middle town and high declivity in metropolitan cities. Middle town with less number of people (30% of all town people researched) and low density, so fuel necessity increases a bit. Meanwhile metropolitan cities with large number of people (70%) and the high density will increase fuel consumption of towns around Java every year.

Keywords: gradient analysis, fuel consumption, people density