PESAN JURNAL KLIK SINI
....................................................................................................................................

Minggu, 02 Juni 2013

PENGARUH BANGKITAN PERJALANAN PENDUDUK TERHADAP KINERJA JALAN UTAMA KAWASAN PERUMAHAN BUKIT BANARAN SEMARANG


Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh bangkitan perjalanan penduduk terhadap kinerja jalan utama kawasan Perumahan Bukit Banaran Semarang. Permasalahan penelitian adalah jumlah anggota keluarga yang bekerja/sekolah, tingkat pendidikan, jumlah pengeluaran, dan jumlah kendaraan yang mempengaruhi jumlah perjalanan. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah 290 keluarga / rumah dengan teknik proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37,6% keluarga memiliki 2 kendaraan dan 27,9% memiliki 3 kendaraan. Karakteristik Perjalanan Penduduk di Kawasan Perumahan Bukit Banaran Semarang, 87,7% menggunakan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari. Tujuan lokasi perjalanan adalah Semarang Tengah (27,1%), Gajahmungkur (20,9%), Semarang Selatan (15,3%) dan lainnya menyebar di berbagai kecamatan seluruh Kota Semarang. Rute yang di lewati adalah arah Kelud (71%), arah Bendan (20,7%) dan yang lainnya ke arah Sekaran. Simpulan penelitian bahwa zona 1 : Y = 781,48 kel/hari, zona 2 : Y = 518.46 kel/hari, Zona 3 : Y - 414,89 kel/hari, zona 4 : Y = 420 kel/hari. Pengaruh bangkitan perjalanan 220,7 smp/jam sedangkan prediksi pengaruh bangkitan Tahun 2012 = 264 smp/jam, dan Tahun 2017 = 384 smp/jam lebih kecil daripada kapasitas jalan utama kawasan Perumahan Bukit Banaran sebesar 1284,91 smp/jam.

Kata kunci : bangkitan perjalanan, jalan utama


Abstract:
The purpose of this study was to analyze the effect of trip generation resident of the area's major roads Housing performance Hill Banaran Semarang. Research problem is the number of family members who work / school, educational level, total spending, and the number of vehicles that affect the number of trips. This study used survey methods with quantitative approaches. The research sample was 290 families / homes with proportional stratified random sampling technique. The results showed that 37.6% of families have 2 vehicles and 27.9% had 3 vehicles. Travel Characteristics of Population in the Region Housing Bukit Banaran Semarang, 87.7% use the bike for daily activities. Semarang destination travel locations are Central (27.1%), Gajahmungkur (20.9%), South Semarang (15.3%) and others spread in various districts throughout the city of Semarang. The route is skipped Kelud direction (71%), the direction Bendan (20.7%) and the other in the direction of Sekaran. Conclusions of research that zone 1: Y = 781.48 families/day, zone 2: Y = 518.46 families/day, Zone 3: Y - 414.89 families/ day, zone 4: Y = 420 families/day. Effect of trip generation 220.7 pcu / h whereas the effect predicted rise of the Year 2012 = 264 pcu / h, and Year 2017 = 384 pcu / h less than the capacity of the main housing area at Bukit Banaran 1284.91 pcu / hour.

Keywords : trips generation, main street


Penulis : Supriyono
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES)
Kampus Unnes Gd E4, Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 Telp (024) 8508102

preview/download

IDENTIFIKASI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK KOTA REMBANG


Abstrak : Draft Laporan Akhir Rencana Rinci RTH Perkotaan Kabupaten Rembang menyebutkan bahwa pada saat ini RTH publik wilayah Kota Rembang seluas 73,10 Ha atau hanya 2,3% dihitung dari luas wilayah Kota Rembang (3.183,76 Ha), jumlah tersebut masih jauh dari persyaratan minimal. Sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05 tahun 2008 mensyaratkan bahwa ruang terbuka hijau publik kawasan perkotaan minimal harus terpenuhi sebesar 20% dari luas total wilayah kota. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kota Rembang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa luas ruang terbuka hijau yang berada di kawasan Kota Rembang baik eksisting maupun potensial dengan menggunakan metode analisis data berdasarkan luas wilayah dengan cara wawancara dan survey lapangan. Hasil penelitian ditemukan ruang terbuka hijau eksisting Kota Rembang yang berupa lapangan olahraga, taman, jalur hijau jalan, dan RTH fungsi tertentu ± 77,75 hektar. Luas akumulasi potensi lahan yang dapat difungsikan/ dialih fungsikan sebagai ruang terbuka hijau ± 206,52 hektar (6,48% dari luas wilayah Kota Rembang), terdiri dari aset tanah milik Pemerintah Kabupaten Rembang ± 43,92 hektar (1,38% dari luas wilayah Kota Rembang), aset tanah negara ± 133,45 hektar (4,19% dari luas wilayah Kota Rembang), dan aset tanah lain ± 29,14 hektar (0,92% dari luas wilayah Kota Rembang).

Kata Kunci : Eksisting, Potensial, Ruang Terbuka Hijau.

Abstrak : “Draft Laporan Akhir Rencana Rinci Ruang Terbuka Hijau Wilayah Perkotaan Kabupaten Rembang” said that at present public green open spaces of City of Rembang areameasuring 73.10 ha, or only 2.3% calculated from Rembang City area (3183.76 ha), the number is still far from the minimum requirements . While according to Minister of Public Works No.. 05 of 2008 requires that public green open spaces of urban areas must be met at least 20% of the total area of the city. The research was conducted in the City of Rembang. The study was conducted to determine how extensive green open space located in the heart of Rembang both existing and potential by using a data analysis method based on an area by way of interviews and field surveys. The research found the green open spaces of the existing Rembang City of ± 73.10 acres. Potential land that can be enabled / converted functioned as green open space ± 189.68 acres.

Keywords : Existing, Green Open Space, Potential.

Penulis : Mashuri, Lulut Indrianingrum, Diharto
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES)
Gedung E4, Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229, Telp. (024) 8508102

ANALISA PENGEMBANGAN POTENSI DESA KANDRI SEBAGAI PUSAT KULINER SINGKONG DI SEMARANG



Abstrak: Kelurahan Kandri merupakan salah satu desa di Kecamatan Gunungpati yang terkenal akan berbagai jenis hasil olahan singkongnya. Potensi kawasan desa sangat mendukung untuk dikembangkan lebih jauh menjadi pusat kuliner karena terdapat obyek wisata Gua Kreo dan adanya pembangunan waduk yang nantinya juga berpotensi menjadi area wisata baru serta keberadaan Kelurahan Kandri yang dilalui jalur pergerakan kepariwisataan kecamatan Gunungpati menambah potensi kawasan untuk dikembangkan lebih jauh untuk mendukung kepariwisataan kota Semarang. Pengkajian lebih dalam mengenai pengembangan Kelurahan Kandri sebagai pusat kuliner singkong di Semarang perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Rasionalistik. Pengembangan Kandri sebagai pusat kuliner tape dan olahannya perlu mendapatkan dukungan pemerintah dan stakeholder lain. Masyarakat produsen olahan singkong cenderung mencari bahan baku singkong dari luar Kandri karena keterbatasan bahan baku. Sistem pemasaran masih terbatas pada pesanan dan pameran kuliner. Produsen dan distributor tape di Kandri terdiri dari dua jenis yaitu harian dan musiman. Mintakat kawasan sentra kuliner tape dan olahannya terletak di kawasan Talun Kacang dan terintegrasi dengan kawasan pariwisata Goa Kreo dan Waduk Jatibarang.

Kata kunci: pengembangan kawasan, Potensi, Desa Kandri, pusat kuliner.

Abstract: Kandri Village is one of villages in Gunungpati district that known as various types of processed cassava. The potential of rural areas strongly support to be developed into culinary center because near with Kreo Caves tourism and the construction of reservoirs that would also potentially become a new tourist area and the existence of Kandri Village adds by traversed path of the tourism Gunungpati district is a potential to be further developed to support tourism in the Semarang city. Its necessary assessment about the development of Kandri Village as a center of cassava culinary in Semarang. Research uses qualitative rationalistic approach. The development Kandri as a center of culinary tape and processed needs to get support from the government and other stakeholders. Society of processed cassava producers tend to look for cassava raw materials from outside Kandri because raw material shortages. Marketing system is limited to orders and culinary exhibits. Manufacturer and distributor of tape at Kandri consists of two types of daily and seasonal. Zone of culinary tape and other located in Talun Kacang and integrated with Kreo Caves tourism and Jatibarang Reservoir.

Keywords: regional development, potential, Kandri Village, culinary center

Penulis: Wiwit Setyowati 1), Lulut Indrianingrum 1) dan Eva Banowati 2)
1) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES)
Kampus Unnes Gd E4, Sekaran, Semarang 50229, email: wsetyowatiarch@gmail.com - luty_indria@yahoo.co.id
2) Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang (UNNES)
Kampus Unnes Gd C2, Sekaran, Semarang 50229, email: evabanowati@yahoo.co.id

ANALISIS PANJANG JALAN TERHADAP KONSUMSI BBM PADA BAGIAN WILAYAH KOTA (BWK) I SEMARANG


Abstrak: Konsumsi BBM erat hubungannya dengan sektor transportasi, sehingga dalam memperhatikan efisiensi konsumsi BBM, hendaknya diperhatikan pula sistem transportasinya. Perkembangan sistem transportasi dapat berdampak negatif pada suatu wilayah, antara lain tercemarnya suatu lingkungan, dan kebutuhan bahan bakar yang meningkat. Kebutuhan bahan bakar dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya jumlah penduduk, panjang jalan, dan kondisi jalan. Jumlah penduduk tiap tahun sebuah wilayah tergantung pada jumlah kelahiran, kematian dan migrasi. Panjang jalan suatu wilayah tergantung pada tingkat kebutuhan penduduk akan sarana transportasi dan akses dalam bermobilisasi. Faktor yang mempengaruhi kondisi jalan antara lain: faktor perencanaan jalan, pelaksanaan pembuatan jalan, penggunaan jalan dan kondisi alam. Pertumbuhan jalan jauh lebih kecil daripada tingkat pertumbuhan kendaraan, hal ini berarti menunjukkan terjadinya pembebanan yang belebihan pada jalan, sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan pada jalan. Analisa hubungan panjang jalan, jumlah penduduk dan kondisi jalan terhadap konsumsi BBM dibutuhkan agar masyarakat tahu seberapa besar pengaruh ketiga faktor tersebut dengan peningkatan konsumsi BBM. Pengaruh paling tinggi terhadap konsumsi BBM adalah panjang jalan, (R2= 0,804). Jumlah penduduk juga berpengaruh kuat dalam konsumsi BBM (R2= 0,768). Sedangkan pengaruh kondisi jalan terhadap konsumsi BBM yaitu 0,617..

Kata kunci: konsumsi BBM,jumlah penduduk, panjang jalan dan kondisi jalan.

Abstract: Fuel consumption is closely related with transportation, then when we conservation about efficiency of fuel consumption, we also must give attention for transportation system. The development of transportation system give impact for each region, such as air pollution and increase fuel consumption. Fuel consumption influenced by several factors, it is number of people, length of roads, and road conditions. Number of people for each region depend of number of births, number of deaths and migration. Length of roads depend from needs of the transportation facilities and access for mobilizing. Road conditions influenced by several factor, such as: planing of road, implementation of road construction, road used and natural condition. The growth length of roads less than quantity of vehicles, it means there are over weight on the road that made damage on the road. Correlation analysis from length of road, number of people and road condition with fuel consumption needed for give information to public about impact of it. . Highest influence of fuel consumption is length of road (R2= 0,804). Number of people also give high influence for fuel consumption (R2= 0,768). While influence for road conditions on fuel consumption is 0.617.

Keywords: Fuel consumption, number of people, length of roads and road conditions.

Penulis : Mudjiastuti Handajani, Agus Muldiyanto, Nur Indah Paramita, Aulia Nur Permata
Jurusan Teknik Sipil Universitas Semarang (USM)
Jl. Sukarno Hatta, Tlogosari, Semarang, email: aul_ya@rocketmail.com; mita_nip@yahoo.com



Konten Jurnal No.1 Vo.14 - Juli 2012



Tipologi Rumah Susun di Kota Yogyakarta
oleh Hestin Mulyandari ..................................... 101 - 110     preview / download

Perkerasan Campuran Aspal Beton (AC-Base) Dengan Material Lokal Kutai Kartanegara
oleh Syahrul....................................................... 111 - 120    
preview / download

Analisa Gradasi Agregat Campuran Pasir Pantai dan Pasir Lokal Sebagai Bahan Beton Kedap Air dan Beton Normal
oleh Hery Suroso. ............................................. 121 - 130    
preview / download

Pengaruh Penggunaan Potongan Kawat Bendrat Pada Campuran Beton Dengan Konsentrasi Serat Panjang 4 cm Berat Semen 350 kg/m3 dan FAS 0,5
oleh Aris Widodo ............................................... 131 - 140    
preview / download

Penataan Permukiman Kumuh Rawan Bencana Kebakaran di Kelurahan Lingkas Ujung Kota Tarakan
oleh Evans Oktaviansyah ................................ 141 - 150    
preview / download

Efektifitas Pemanfaatan Tanaman Rumput Akar Wangi Untuk Pengendalian Longsoran Permukaan Pada Lereng Jalan Ditinjau Dari Aspek Respon Pertumbuhan Akar

oleh Hanggoro Tri Cahyo Andiyarto, dkk.......... 151 - 164   
preview / download

Latar Belakang Perilaku Bersepeda di Universitas Negeri Semarang
oleh Alfa Narendra............................................. 165 - 170  
preview / download

Pemanfaatan Sisa Pembakaran Ampas Tebu Sebagai Bahan Pengisi Dalam Proses Pembuatan Paving
oleh Endah Kanti Pangestuti. ............................ 171 - 178  
preview / download

Optimalisasi Kinerja Simpang Bersinyal Bangkong Kota Semarang
oleh Eko Nugroho Julianto ................................ 179 - 190  
preview / download

Perancangan Fasilitas Pejalan Kaki di Koridor Hijau Kampus Universitas Negeri Semarang oleh Teguh Prihanto ......................................... 191 - 200  
preview / download